Puasa sunnah syawal dulu atau mengqodho hutang puasa ramadhan?

Puasa sunnah syawal dulu atau mengqodho hutang puasa ramadhan?
Alhamdulillah hari ini kita masih Allah beri kesempatan untuk merasakan datangnya bulan syawal, ukhti jangan lupa ya untuk menghidupkan amalan sunnah dibulan syawal ini.

Ada amalan yang pahalnya selama setahun tapi mengerjakannya cuma 6 hari loh, ukhti semua pasti udah tau kan amalan apa itu.

Yaps bener banget ada amalan puasa sunnah syawal.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)
MasyaAllah ya, oh iya untuk mulai waktu puasanya bisa dimulai di tanggal 2 syawal ya ukhtifillah.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, ”Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut sehari setelah shalat ’Idul Fitri.

Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. Karena seperti itu pun disebut menjalankan puasa enam hari Syawal setelah Ramadhan.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Lantas bagi kita kaum muslimah hendaknya bagaimana? Mengqodho puasa Ramadhan atau mengerjakan puasa syawal dulu?

Dalam hal ini tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100).

Hamasah ukhti semoga Allah mudahkan ya, dan semoga amalan kita semua diterima disisi Allah subhanahu wa ta'ala.
Rekomendasi produk
Office jubahakhwat
Jl. Ngipik No.67 RT 04, Plakaran, Baturetno, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55197
Telp/Hp: 0852-2841-1144







@2020 jubahakhwat Inc.